|
Ketika kebijakan "War on Drugs" atau perang terhadap NAPZA semakin digalakan oleh pemerintahan kita yg diawali pada awal tahun 2000 hingga saat ini, yg notabene kebijakan "War on Drugs" adalah kebijakan yg COPY PASTE dari kebijakan Amerika yg telah lebih dulu mengusung dan meneriakan kebijakan tersebut demi kepentingannya dalam menguasai dunia, dan memboikot perdagangan NAPZA yg diproduksi oleh Negara2 berkembang seperti Afganistan, Vietnam, Cambodia, Cuba dan Negara2 berkembang lainnya yg tujuannya supaya NAPZA yg diproduksi oleh negara2 Amerika dan EROPA seperti alkohol, Methadon, Bufreinorpin dan Rokok dapat terus laku dipasaran dunia... kebijakan tersebut tidak membuahkan hasil yg memuaskan, malah bisa dibilang gagal total. Faktanya pengguna NAPZA semakin meningkat dari tahun ke tahun,dan angka penularan HIV/ADIS yg disebabkan oleh sharing jarum suntik dikalangan pengguna NAPZA pun terus bertambah. yg artinya kebijakan "War on Drugs" atau Perang thd NAPZA tidak efektif, harus di refleksikan dan di evaluasi kembali.selain itu, dampak kebijakan tersebut yg isinya masih mengkriminalan pengguna NAPZA dapat membuat celah pelanggaran-pelanggaran HAK asasi terhadap pengguna NAPZA.pelanggaran2 yg sering terjadi diantaranya seperti kekerasan,pemerasan dan juga pelecehan sexsual terhadap pengguna NAPZA.
Untuk diskusi silahkan ke link ini
|